Sabtu, 08 Desember 2012

08 Desember 2012


Aku dikagetkan oleh sebuah pesan singkat yang mengatakan bahwa ada mata kuliah di ruang 302, yang ternyata sudah dimulai 30 menit yang lalu. Aku melompat dari tempat tidur, mandi, beli roti, menyiapkan air minum, dan segala keperluan. Sekitar 10 menit aku telah selesai, dan kini aku melangkahkan kaki dengan cepat menuju kampus. Sebenarnya aku berniat untuk tidak hadir, pergelangan kakiku terkilir dan aku sudah terlambat 30 menit lebih. Tapi aku memutuskan untuk pergi, karena kupikir mungkin Ega juga disana. Lagi pula aku tidak mau membolos lagi. Semua ini demi Ega, akan kulakukan apapun demi cintaku yang satu itu.
Setibanya di kelas, ternyata dosennya sedang pergi entah kemana. Sambil  memasuki kelas dengan bersimbah keringat, dan nafas ngos-ngosan. Aku duduk dan mulai makan roti. Singkat cerita, pak dosen masuk dan kuliah selesai. Kemudian aku pergi ke tempt tukang urut untuk mengobati terkilirku. Rupanya tukang urutnya sedang sakit, kuputuskan untuk kembali ke kos untu beristirahat.
Ada sms masuk, dari nazar. Dia bilang Ega ada kuliah di ruang 203 dan kuliah sudah selesai. Aku berpikir cepat, mungkin Ega masih disana. Aku akan menemuinya, tak peduli dengan kakil terkilirku ini. Aku bergegas pergi. Ketika di kampus, ternyata Ega tidak ada di ruang 203. Dia telah pulang. Oh malangnya nasibku. Aku berjalan gontai dan duduk di depan ruang 301. Aku bersimbah keringat, aku begitu lelah. Jadi kuputuskan untuk beristirahat. Aku beristirahat sambil membuat puisi.
Satu hal yang kupelajari hari ini adalah bahwa semua ini berawal dari pesan singkatku yang di pagi hari terlambat masuk. Seharusnya aku mengirimnya dua kali. Ini mungkin hari dimana aku benar-benar gelisah. Sudah tak bertemu Ega, smsku pasti tak dibalasnya. Kakiku lagi terkilir, dan segudang permasalahan lainnya. Aku tidak bertemu dengannya hari ini, akan tetapi masih ada hari esok. Aku tidak akan pernah menyerah. Aku mencintaimu sampai mati Ega.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar