Aku dikagetkan oleh sebuah pesan singkat yang mengatakan
bahwa ada mata kuliah di ruang 302, yang ternyata sudah dimulai 30 menit yang
lalu. Aku melompat dari tempat tidur, mandi, beli roti, menyiapkan air minum,
dan segala keperluan. Sekitar 10 menit aku telah selesai, dan kini aku
melangkahkan kaki dengan cepat menuju kampus. Sebenarnya aku berniat untuk
tidak hadir, pergelangan kakiku terkilir dan aku sudah terlambat 30 menit lebih.
Tapi aku memutuskan untuk pergi, karena kupikir mungkin Ega juga disana. Lagi
pula aku tidak mau membolos lagi. Semua ini demi Ega, akan kulakukan apapun
demi cintaku yang satu itu.
Setibanya di kelas, ternyata dosennya sedang pergi entah kemana. Sambil memasuki kelas dengan bersimbah keringat, dan
nafas ngos-ngosan. Aku duduk dan mulai makan roti. Singkat cerita, pak dosen
masuk dan kuliah selesai. Kemudian aku pergi ke tempt tukang urut untuk
mengobati terkilirku. Rupanya tukang urutnya sedang sakit, kuputuskan untuk
kembali ke kos untu beristirahat.
Ada sms masuk, dari nazar. Dia bilang Ega ada kuliah di
ruang 203 dan kuliah sudah selesai. Aku berpikir cepat, mungkin Ega masih
disana. Aku akan menemuinya, tak peduli dengan kakil terkilirku ini. Aku
bergegas pergi. Ketika di kampus, ternyata Ega tidak ada di ruang 203. Dia
telah pulang. Oh malangnya nasibku. Aku berjalan gontai dan duduk di depan
ruang 301. Aku bersimbah keringat, aku begitu lelah. Jadi kuputuskan untuk
beristirahat. Aku beristirahat sambil membuat puisi.
Satu hal yang kupelajari hari ini adalah bahwa semua ini
berawal dari pesan singkatku yang di pagi hari terlambat masuk. Seharusnya aku
mengirimnya dua kali. Ini mungkin hari dimana aku benar-benar gelisah. Sudah
tak bertemu Ega, smsku pasti tak dibalasnya. Kakiku lagi terkilir, dan segudang
permasalahan lainnya. Aku tidak bertemu dengannya hari ini, akan tetapi masih
ada hari esok. Aku tidak akan pernah menyerah. Aku mencintaimu sampai mati Ega.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar