Sesuai dengan rencanaku kemarin, jam 9 kurang aku segera
bergegas menuju kampus. Setibanya di kampus, aku menuju ke ruang 303. Disana
aku bertemu dengan Nazar temanku. Kami mengobrol, sekalian kumanfaatkan
kesempatan untuk mengorek informasi jadwal kuliahnya Ega selama seminggu. Puas
mendapat jawaban, aku pun duduk sambil bermain laptop. Niat awalku membawa
laptop adalah menunggu Ega sekalian wifi-an. Tapi ternyata wifinya bermasalah,
sehingga kuputuskan untuk membuat puisi. Rampung sudah dua puisi kubuat, Ega
pun keluar. Dia kaget mendapati aku berada di depan ruangannya. Kuberitahu dia
bahwa aku baru saja dari bank, dan singgah kemari buat wifi-an. Aku tak ingin
dia khawatir dan berpikir macam-macam.
Singkat cerita, kami mengobrol sejenak. Dan yang membuatku bahagia adalah dia bersedia ku ajak makan bersama, tapi entah kapan. Ada yang membuatku sedih juga, aku takkan bisa menemuinya selama sabtu dan minggu ini karena dia bersama ibunya akan pergi. Tak apalah, batinku. Akan ku tahan perasaan ini demi dia. Toh aku masih bisa meng-sms dia, walaupun jarang sekali dia membalas smsku. Setidaknya aku punya pemikiran positif, yaitu dia bersedia ku ajak makan. Kemudian aku menemaninya sampai ke parkir, dan kami pun berpisah ( untuk sementara ).
Singkat cerita, kami mengobrol sejenak. Dan yang membuatku bahagia adalah dia bersedia ku ajak makan bersama, tapi entah kapan. Ada yang membuatku sedih juga, aku takkan bisa menemuinya selama sabtu dan minggu ini karena dia bersama ibunya akan pergi. Tak apalah, batinku. Akan ku tahan perasaan ini demi dia. Toh aku masih bisa meng-sms dia, walaupun jarang sekali dia membalas smsku. Setidaknya aku punya pemikiran positif, yaitu dia bersedia ku ajak makan. Kemudian aku menemaninya sampai ke parkir, dan kami pun berpisah ( untuk sementara ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar