Kamis, 06 Desember 2012

06 Desember 2012


Lirik Peterpan Ku Katakan Dengan Indah

Ku katakan dengan indah
Dengan terluka hatiku hampa
Sepertinya luka menghampirinya

Kau beri rasa yang berbeda
Mungkin ku salah mengartikannya
Yang kurasa cinta

* tetapi hatiku selalu menginginkanmu
  terlalu menginginkanmu
  selalu menginginkanmu

Reff:      kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
kau terangi jiwaku. kau redupkan lagi
kau hancurkan hatiku tuk melihatmu

Repeat *

** membuatku terjatuh dan terjatuh lagi
    membuatku merasakan yang tak terjadi
    semua yang terbaik dan yang terlewati
    semua yang terhenti tanpa kuakhiri

    kau buatku terjatuh dan terjatuh lagi
    kau buatku merasakan yang tak terjadi
    semua yang terbaik dan yang terlewati
    semua yang terhenti tanpa kuakhiri

Repeat *

Reff2:    kau hancurkan hatiku, tak tertahan lagi
kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi
kau hancurkan hatiku tuk melihatmu



Lirik diatas sangat tepat sekali tuk menggambarkan kondisiku hari ini. Hari ini dia berhasil membuatku gundah, gelisah, dan merana serta bingung. Dia membuatku melakukan tindakan bodoh yang sampai detik ini tak pernah kusesali mengapa ku melakukannya.

Cerita berawal ketika jam kuliah kedua segera dimulai, aku yang sedari tadi menunggu dikampus ( Yang tak biasanya kulakukan). Bergegas pergi menuju ruang kelas dia, yaitu ruang 303. Kulihat banyak orang sudah bekumpul disana. Jadi kuputuskan untuk menunggu di depan ruang 301. Sembari memantau kedatangannya. Akhirnya dia datang, dia menyapaku dan minta izin pergi ke ruang 303.

Setelah itu, aku kembali ke ruangan ku (308) dan ternyata dosen MK ku sudah menunggu di depan ruangan. Singkat cerita perkuliahan dimulai. Aku benar-benar tak bisa menangkap ilmu dari pak dosen sedikit pun. Otakku blank, bahkan dengan mempelajari yang ditulis di papan tulis pun aku tak bisa. Yang ada dipikiranku hanya Ega, Ega, dan Ega. Aku benar-benar mencemaskannya, aku begitu rindu padanya. Ingin rasanya aku keluar ruangan dan segera masuk ke ruangannya Ega. Dan aku benar-benar melakukannya, hanya saja aku tidak jadi masuk ke ruangannya Ega. Aku hanya mondar-mandir di sekitar ruangannya diselingi perasaan gelisah tak karuan. Ditambah dengan kondisi batrei yang Lowbat. Betapa semua ini begitu menyiksaku, sampai pada akhirnya aku kembali ke ruangan. Yang bisa kulakukan hanyalah meremas-remas kursi sambil menggigit bibirku.

Ketika kuliah selesai, aku bergegas keluar, kelas Ega ternyata belum selesai. Kuputuskan untuk kembali ke kos dengan berjalan kaki. Sekedar untuk mengisi batrei HP, dan mengambil cas baterei. Gila bukan, tapi aku sudah tak peduli. Yang ada dipikiranku hanya mengajaknya makan siang. Dan berharap bisa melepas rindu ini. Sesampainya di kampus, aku kembali ke dekat ruang 303, dan mulai mengirim pesan pendek. Oh tuhan, betapa lamanya pesanku terbalas. Sampai aku sendiri pun tak tahu jika ternya ta dia sudah sholat dan kembali ke kelasnya. Jujur aku kecewa, tapi aku tak putus asa. Sembari menunggu Jarkom tentang ruang kelas selanjutnya ( yang ternyata tak jadi ) aku kembali mengajaknya makan siang, tetapi sehabis kuliahnya. Aku rela menunggunya, sudah kukatakan aku rela bahkan tuk melakukan hal terbodoh sekalipun, demi mendapatkan cintanya.

Ternyata oh ternyata, SMS ku tak kunjung dibalas. Setelah sekian lama menunggu, ternyata kelas dia libur. Aku begitu senang, tapi kenapa dia tak kunjung keluar. Oh tuhan apa yang harus kulakukan, batinku. Lalu kuputuskan untuk pulang, ditengah perjalanan pulang. Sekitar rektorat, HP ku berdering. Ternyata dari dia, katanya dia libur dan akan makan bareng temannya. Segera kubalas untuk makan di kantin. Aku pun mengubah langkahku. What a nightmares I have found. Dia bahkan tak ada di kantin, sms ku tak kunjung dibalas. Aku begitu merana, kuputuskan untuk makan duluan. Sembari makan hujan pun turun. Aku yang seharusnya sudah pulang ke kos, kini harus terjebak di kampus di iringi hujan.

Aku kembali ke ruang 303. Kulihat begitu sepi, hanya ada segerombolan mahasiswa yang mengobrol. Aku turun ke lantai satu, dan bertemu dengan ishma, nia, dan fitri. Aku duduk bersama mereka, menanti hujan reda. Menanti kabar dari Ega. Setelah sekian lama, hatiku begitu hampa. Kemudian aku menuju musholla. Berharap mendapat sedikit ketenangan. Aku duduk disana, terdiam dan menunduk. Sambil menyenandungkan lagu “peterpan – kukatakan dengan indah” di dalam hati.

Hujan mereda, SMS masuk. Dia masih di kampus sedang mengobrol dengan temannya. Ku tanyakan keberadaannya, lagi-lagi kuharus menunggu. Sampai akhirnya kuputuskan tuk pulang. Masih ada hari esok, dan perjuanganku baru saja dimulai.

Yah setidaknya hujannya begitu indah, mengingatkanku pada kenangan malam itu. Membuatku begitu ingin mengulanginya. Kutelusuri trotoar jalan, perjalanan belum usai. Aku tidak akan menyerah. Ini adalah pilihanku, Aku selalu memimpikan perasaan jatuh cinta. Dan kini perasaan itu datang, Yang harus kulakukan ialah melengkapi perasaan itu dengan menjadikannya milikku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar