Jumat, 14 Desember 2012

Puisi - Hancur


Aku menunggumu....
Terus menunggu dan menunggu
Tak pernah bosan menunggu
Hanya untuk menunggumu....

Ada hal penting yang ingin kukatakan
Ada yang ingin kuungkapkan
Sesuatu hal yang begitu penting
Yang membuatku rela menunggu

Pada akhirnya kau datang
Kau datang dengan berlari
Begitu tergesa-gesa
Begitu terburu-buru

Aku mengejarmu
Berusaha menahanku
Ingin kuungkapkan kata-kata itu
Kau melepasku, dan terus berlari
Meninggalkanku....

Ini menyakitkan, sangat menyakitkan
Betapa besar harapan ini
Pupus begitu saja
Lenyap dengan mudahnya

Kau hancurkan aku....
Kau hancurkan hatiku
Laksana potongan kaca
Kau remukkan jiwaku
Kau buat aku bagaikan butiran debu

Puisi - Sendiri Menyepi


Tersadar didalam sepiku
Kaulah yang terindah
Kaulah yang kucinta
Kaulah pelita hatiku
Kaulah belahan jiwaku

Aku memikirkanmu di setiap lamunanku
Di setiap sepiku, di setiap ramaiku
Di setiap sedihku, di setiap senangku
Aku banyak memikirkanmu....

Di setiap do’aku, di saat aku menyepi
Di setiap aku sendiri, aku bermohon kepada Tuhan
Ya Allah jadikanlah dia jodohku
Dan pertemukanlah cinta kami ya Allah....


Puisi - Mencarimu


Aku mencarimu kemana-mana....
Ke segala tempat, ke segala arah
Aku begitu ingin menemukanmu
Dan mengatakan semua ini

Aku naik turun tangga
Lantai 1, lantai 2, lantai 3
Dari 1 gedung ke gedung yang lain
Aku bolak-balik tuk mencari kamu

Akhirnya aku menemukanmu di kantin
Sedang makan bersama temanmu
Aku pesan minuman, dan kau tiba-tiba pergi
Aku mencarimu lagi

Aku mulai dari awal lagi
Pada akhirnya aku menemukanmu
Ntah kenapa kau tiba-tiba menghilang
Hilang entah kemana....


Puisi - Mimpi Jatuh Cinta


Pernahkah kau bermimpi
Bermimpi jatuh cinta
Bagaimana rasanya....
Bagaimana melukiskannya

Apa yang kau lakukan
Jika mimpimu terwujud
Apa yang akan kau lakukan
Apa yang kau perbuat

Bila itu aku
Aku akan mengejarnya
kan ku kejar dengan penuh semangat
Aku tidak akan pernah menyerah
Kan kukorbankan apapun untuk mendapatkannya
Semuanya, segalanya
Bahkan ketika aku harus merasakan sakit sekalipun

Kan kubuat kau mencintaiku juga
Kan kubuat kau merasakan hal yang sama
Kan ku buat kau jatuh cinta
Bagaimana denganmu?
Apa yang akan kau lakukan?


Puisi - Menjauh


Kau menjauh....
Teman-temanmu menjauhi aku
Semua orang menjauhi aku
Semua sudah tahu

Semua menganggapku gila
Semua menganggapku sinting
Tak punya harga diri, begitu bodoh
Mereka menertawakanku
Tak pernahkah mereka merasakan yang kurasa

Perlahan tapi pasti aku dikenal
Sebagai orang gila, sebagai orang bodoh
Yang mengejar-ngejarmu
Yang mencari-carimu ke seluruh FE
Yang selalu menunggu di depan ruang kelasmu
Mereka semua tahu

Mereka bahkan mecemoohku
Berusaha menjauhkan kau dariku
Aku tidak akan lakukan semua ini
Jika sedari awal kau peduli padaku
Jika sedari awal kau slalu balas pesanku
Jika sedari awal kau tak menghindar dariku
Aku takkan lakukan semua ini


Puisi - Terluka


Aku terluka oleh cinta
Terseok-seok
Aku hancur karena cinta
Tercabik-cabik

Aku terluka karena cinta
Telah kukorbankan harga diriku
Keringatku, waktuku, kesempatanku
Tapi yang kudapat hanyalah luka

Aku percaya cinta itu semangat
Aku percaya cinta itu harus dikejar
Tapi mengapa yang kucintai semakin menjauh
Semakin meninggalkanku, tak pernah peduli padaku

Kau membuatku gila
Kau iris-iris hatiku
Kau cabik-cabik jiwaku
Kau campakkan aku begitu saja

Sejak mencintaimu....
Banyak hal bodoh yang tlah kulakukan
Banyak hal gila yang kuperbuat
Semua demi mendapatkan cintamu
Yang kutempuh dengan mengorbankan segalanya
Kau membuatku terluka....


Selasa, 11 Desember 2012

Puisi - Tanpa Sayap


Benarkah kau seorang bidadari? Benarkah. . . .
Benarkah kau turun dari surga?
Tapi kemanakah sayapmu?
Wahai bidadari cantik nan jelita

Kaulah bidadari tanpa sayap
Kau begitu indah
Kau begitu sempurna
Kaulah bidadari itu

Akankah kau datang padaku
Aku bukan malaikat
Aku bukan manusia sempurna
Aku juga tidak turun dari surga

Aku tidak kaya, Aku tidak begitu tampan,
Banyak hal yang tidak kumiliki
Banyak hal yang tidak dapat ku berikan padamu
Banyak hal yang tidak dapat kulakukan untukmu

Aku hanya punya cinta
Hanya itu yang dapat kuberi
Hanya itu yang kuperjuangkan untukmu
Aku tidak akan pernah menyerah untuk memilikimu

Maukah kau menjadi milikku seutuhnya
Maukah kau kita saling memiliki bersama
Wahai bidadari tanpa sayap
Yang namamu terukir di jiwaku



Puisi - Sejujurnya


Sejujurnya....Aku ingin bertemu denganmu
Mengobrol bersama, bercanda, dan melakukan hal bersama
Menghabiskan waktu bersama
Dan selama-lamanya bersama sampai akhir waktu

Sejujurnya....Aku begitu mencintaimu
Begitu ingin memilikimu
Begitu ingin kau membalas cintaku
Dan begitu ingin menemanimu hingga tua nanti

Sejujurnya....Aku ingin mengatakan semua ini padamu
Mengatakan semua yang ku rasa
Mengatakan semua yang telah kulakukan
Mengatakannya langsung di depanmu
Tapi yang bisa kulakukan hanya lewat puisi

Begitu banyak hal yang ku simpan
Begitu banyak hal yang ingin kulakukan
Ingin ku berbagi denganmu
Ingin ku berterus-terang padamu
Aku ingin jujur padamu

Puisi - Kamu


Kamu, kamu, kamu
Semuanya tentang kamu
Semuanya berawal dari kamu
Hanya kamu. . . .

Aku terbangun dan yang kuingat kamu
Aku makan dan yang kuingat kamu
Aku kuliah dan yang kuingat cuma kamu
Cuma kamu. . . .

Betapa kamu telah masuk kedalam kehidupanku
Mungkin aku takkan bisa menghilangkan ini semua
Betapa pentingnya kamu buat aku
Dan selamanya aku takkan bisa lepas dari kamu


10 Desember 2012


Hari itu hari senin, aku sebenarnya tidak ada kuliah pada hari itu. Tapi aku tetap berangkat ke kampus. Aku akan bertemu Ega hari ini, dan mengajaknya makan malam. Jam 10 aku sudah berangkat, aku ada janji bertemu dengan kakak tingkat di HMJ EP. Aku sendiri tidak tahu untuk apa. Setibanya disana, ternyata HMJ EP kosong. Aku kecewa, dan kututupi dengan sholat dhuha di musholla UKM. Selesai sholat, aku kembali ke kos untuk beres kamar dan istirahat sebentar. Tepat jam 12 teng, aku sholat kemudian bersiap untuk kembali ke kampus. Sesampainya di kampus, aku bertemu dengan Fia dan Intan sahabatku. Aku sedikit curhat ke mereka, tentang rencanaku terhadap Ega. Aku tidak bisa menyimpan rahasia ini sendirian, jadi kukatakan saja pada mereka.

Lalu aku ke ruangan Ega, ternyata Ega ada di depan ruangan bersama teman-temannya. Seperti biasa dia kaget melihat kedatanganku. Kemudian ku ajak dia untuk makan malam nanti. Dia menolak dengan halus, dia bilang dia mungkin akan makan dengan teman-temannya karena besok ada Baksos. Dia kaget ketika mengetahui aku sebenarnya tidak ada kuliah, dan hanya kemari untuk bertemu dia dan mengajak makan. Aku katakan padanya, bahwa smsku tak pernah dibalas jadi aku kemari untuk memastikan. Setelah itu aku kembali ke tempat Fia dkk, mengobrol disana dan kembali ke kos.


Puisi - Malu


Ketika ku bertemu denganmu
Jantungku berdegup kencang
Hatiku bergetar, darah memuncak
Tanganku bergetar, Aku malu. . . .

Ketika aku menatap mata indahmu
Aku tertegun, kau laksana bidadari turun dari surga
Sungguh mempesona, sungguh anggun
Kau membuaku jadi bertambah malu

Aku salah tingkah ketika berbicara denganmu
Aku lupa dengan semua yang ingin aku katakan
Yang ada dipikiranku cuma kamu
Aku benar-benar malu

Tak sanggup bibir ini berucap
Tak sanggup ku berkata
Badan ini terasa kaku
Kau seolah menghipnotisku
Membangkitkan semua kenangan indah
Aku malu waktu itu


Puisi - Ingatkah Kau



Ketika pertama bertemu, Aku tertarik. . . .
Ketika kau mulai menyapaku, Aku suka. . . .
Ketika momen itu datang, Aku jatuh cinta. . . .
Dan kini seiring bergulirnya waktu, Aku tergila-gila padamu

Ingatkah kau malam itu
Saat aku mengantarmu pulang
Sambil memayungimu di tengah hujan
Ingatkah. . . .

Ingatkah kau saat kita memesan makanan bersama
Kita habis basah-basahan ketika itu
Payungku tak cukup untuk kita berdua
Hujan tetap membasahi kita
Dan kita tetap memesan makanan, Ingatkah

Lalu apakah kau juga ingat
Ketika kita makan berdua bersama
Kau menukar paket porsimu denganku
Dan kita berbincang bersama
Ingatkah. . . .

Kemudian aku mengantarmu pulang
Kita berpisah di depan gang
Dan aku berjanji untuk pulang dengan kendaraan
Ingatkah. . . .

Betapa setiap detail dari malam itu aku ingat
Hal-hal yang kita lakukan
Gerak tubuhmu, mimik wajahmu, dan semua perkataanmu
Oh betapa istimewanya malam itu

Adakah malam yang sama di kemudian hari
Malam yang membuatku jatuh cinta padamu
Malam yang membuat hidupku berubah
Malam yang membuatku merasakan getaran cinta


Senin, 10 Desember 2012

Puisi - Menunggu


Siang itu aku menunggu
Di tengah terik matahari
Di depan kelas
Berdiri menatap dengan tatapan kosong

Aku menunggu seseorang
Seorang gadis yang kupuja
Begitu bersemangatnya aku hari ini
Sampai kaki terkilir pun aku tak ingat

Ingin ku melepas rindu
Menanyakan kabarmu
Setelah sekian lama tak bertemu
Oh Ega, hati ini sudah tak sabar

Detik demi detik berlalu
Rasanya bagaikan sejam
Belum seorang pun hadir disana
Dan aku pun terus menunggu


Puisi - Hujan


Awan kelam menggumpal meninggi
Payungi indahnya khatulistiwa
Namun hanya kegelapan yang hadir
Membawa kedukaan tak jua reda

Awan gelap pun memuntahkan isinya
Menurunkan ribuan kubik ton air
Membasahi bumi, menyirami bumi
Petir menggelegar saling bersahut-sahutan
Menyiratkan akan sesuatu, yang sedang terjadi disana

Aku duduk termenung menatap hujan
Melihat rintik demi rintik hujan yang turun
Mendengarkan nyanyian guntur yang membahana
Merasakan semburan angin dan titik-titik air yang menerpa wajah

Di tengah hujan aku teringat
Akan seorang gadis yang mengubah hidupku
Seorang gadis yang membuatku tergila-gila
Sedang apakah gerangan ia disana?

Petir semakin menggelegar, hujan semakin deras
Adakah ia mendengar keluh-kesahku?
Adakah ia tahu isi hatiku?
Sekonyong-konyong petir mengagetkan lamunanku
Dia tidak tahu

Mungkin ia sedang dilanda gelisah
Ataukah ia sedang terjebak di tengah hujan?
Atau mungkin dia sedang melakukan hal yang sama
Dengan yang kulakukan
Menatap hujan


Puisi - Gelap Sunyi Dingin


Gelap, sunyi, dingin
Semuanya menyatu
Menjadikanku buta
Menjadikanku tuli
Menjadikanku beku

Semuanya begitu menakutkan
Menghantui kehidupanku
Menciptakan mimpi buruk di setiap tidurku
Menghancurkan harapanku

Aku sangat rindu
Aku sakit....
Aku memikirkanmu
Tanpamu aku tiada berarti

Kau membuatku buta
Kau membuatku tuli
Kau membuat hati ini beku
Dimanakah kau berada?

Dimanakah cahaya itu
Kilauan sinar itu
Yang muncul dari mata indahmu
Yang begitu menghangatkan
Dimanakah?


Puisi - Cinta Itu


Cinta itu.... Indah
Cinta itu.... Hangat
Cinta itu.... Lembut
Cinta itu.... Sederhana

Cinta itu tulus
Begitu lembut
Cinta itu suci
Begitu putih

Cinta itu butuh pengorbanan
Cinta itu butuh perjuangan
Cinta itu penuh akan semangat
Ia begitu bergejolak, begitu bebas

Cinta itu begitu sederhana
Ia hanya butuh hati
Cinta itu begitu damai
Ia membuat hati menjadi tenang dan bahagia

Cinta itu anugerah
Cinta itu berkah
Dari sang pemilik cinta
Yang menyusupkan cinta di setiap kalbu

Dialah sang maha pembolak-balik hati
Yang menciptakan cinta
Yang menanamkan benih-benih cinta
Dialah Allah....

Aku bersyukur padamu ya Allah
Atas anugerah cinta yang kau berikan
Takkan sanggup ku lukiskan semua cinta yang kau beri
Aku bersyukur atas cinta-Mu



Puisi - Bukan Sekedar Rasa



Bukan sekedar rasa....
Bukan sekedar rasa suka....
Bukan sekedar rasa tertarik
Bukan....

Ini bukan sekedar rasa
Cinta ini bukan sekedar rasa
Cinta ini tulus
Cinta ini begitu lembut
Cinta ini begitu tenang

Cinta ini bukan sekedar rasa
Bukan sekedar rasa...
Karna ia takkan lekang
Karna ia takkan hilang
Oleh waktu, oleh apapun

Cinta ini butuh pengorbanan
Cinta ini butuh perjuangan
Cinta ini begitu suci, begitu sakral
Cinta ini bukan sekedar rasa

Puisi - Sampai Akhir


Untuk wanita yang kucinta
Yang telah membuatku tergila-gila
Yang membuatku lupa akan segala hal
Yang membuatku sakit karena rindu yang tak tertahankan

Perlu tuk kau ketahui
Bahwa aku mencintaimu
Sampai akhir....
Kau yang terindah
Yang kan ku cinta sampai akhir

Sampai akhir hayat
Sampai aku tiada
Sampai di penghujung batas penantian
Aku mencintaimu

Akan ku perjuangkan cinta ini sampai akhir
Akan ku korbankan apapun demi mendapatkanmu
Semuanya... Aku tak peduli
Di mataku cuma ada kamu

Puisi - Ega


Ega....
Sejak berkenalan denganmu
Aku hanya tahu namamu Ega
Nama yang begitu pendek
Indah dan mudah diingat

Ega....
Aku bahkan tidak tahu nama panjangmu
Bahkan ketika aku tergila-gila padamu
Aku tidak tahu....
Kau begitu misterius buatku

Kucoba tuk mencari datamu
Di facebook, di google, di twitter
Hanya bermodalkan nama Ega
Tak dapat kutemukan

Begitu banyak nama Ega di dunia ini
Tapi hanya satu Ega yang kucari
Hanya satu Ega yang kucinta
Dan hanya satu Ega yang mengisi hatiku


Puisi - Menatap Langit


Aku sendiri....
Menatap langit....
Merasakan hembusan angin
Menahan rindu yang tak terlukiskan

Hanya dirimu yang aku cinta
Hanya dirimu yang aku sayang
Di mataku cuma ada kamu
Tak sanggup aku berpaling....

Tahukah kau ketika malam datang
Aku duduk menatap langit
Menatap jutaan bintang yang begitu indah
Merasakan dinginnya hembusan angin

Tahukah kau apa yang kupikirkan pada malam itu
Hanya dirimu...
Andai saja kau berada disisiku
Berdua menatap langit
Oh.... itu akan jadi malam terindah

Seperti malam itu....
Saat kita bersama
Saat paling romantis dalam hidupku
Saat ku jatuh cinta


Sabtu, 08 Desember 2012

08 Desember 2012


Aku dikagetkan oleh sebuah pesan singkat yang mengatakan bahwa ada mata kuliah di ruang 302, yang ternyata sudah dimulai 30 menit yang lalu. Aku melompat dari tempat tidur, mandi, beli roti, menyiapkan air minum, dan segala keperluan. Sekitar 10 menit aku telah selesai, dan kini aku melangkahkan kaki dengan cepat menuju kampus. Sebenarnya aku berniat untuk tidak hadir, pergelangan kakiku terkilir dan aku sudah terlambat 30 menit lebih. Tapi aku memutuskan untuk pergi, karena kupikir mungkin Ega juga disana. Lagi pula aku tidak mau membolos lagi. Semua ini demi Ega, akan kulakukan apapun demi cintaku yang satu itu.
Setibanya di kelas, ternyata dosennya sedang pergi entah kemana. Sambil  memasuki kelas dengan bersimbah keringat, dan nafas ngos-ngosan. Aku duduk dan mulai makan roti. Singkat cerita, pak dosen masuk dan kuliah selesai. Kemudian aku pergi ke tempt tukang urut untuk mengobati terkilirku. Rupanya tukang urutnya sedang sakit, kuputuskan untuk kembali ke kos untu beristirahat.
Ada sms masuk, dari nazar. Dia bilang Ega ada kuliah di ruang 203 dan kuliah sudah selesai. Aku berpikir cepat, mungkin Ega masih disana. Aku akan menemuinya, tak peduli dengan kakil terkilirku ini. Aku bergegas pergi. Ketika di kampus, ternyata Ega tidak ada di ruang 203. Dia telah pulang. Oh malangnya nasibku. Aku berjalan gontai dan duduk di depan ruang 301. Aku bersimbah keringat, aku begitu lelah. Jadi kuputuskan untuk beristirahat. Aku beristirahat sambil membuat puisi.
Satu hal yang kupelajari hari ini adalah bahwa semua ini berawal dari pesan singkatku yang di pagi hari terlambat masuk. Seharusnya aku mengirimnya dua kali. Ini mungkin hari dimana aku benar-benar gelisah. Sudah tak bertemu Ega, smsku pasti tak dibalasnya. Kakiku lagi terkilir, dan segudang permasalahan lainnya. Aku tidak bertemu dengannya hari ini, akan tetapi masih ada hari esok. Aku tidak akan pernah menyerah. Aku mencintaimu sampai mati Ega.

Puisi - Tak Dibalas


Sekian menit, sekian waktu
Aku menunggu, aku menunggu
Menanti balasanmu
Balasan pesan singkatku

Setiap hari aku bertanya
Sedang apakah kau?
Sudahkah kau makan?
Atau adakah masalah yang menimpamu?

Tapi mengapa?
Pesanku tak dibalas
Seakan kau menjauhi aku
Seakan kau tak peduli kepadaku

Rinduku terpaut di dalam pesan
Terbang menujumu
Adakah kau menerima pesanku
Adakah kau membaca pesanku
Mengapa sekian lama tak dibalas

Puisi - Merindu


Hari demi hari berlalu
Detik demi detik
Aku semakin merindu
Aku semakin merana

Yang kuinginkan hanyalah bertemu denganmu
Melihat wajahmu....
Melihat senyumanmu....
Melepas semua rindu ini

Sehari ini aku tidak melihatmu
Oh.... Hatiku sungguh menderita
Aku begitu merindukanmu
Benar-benar rindu

Ternyata kau benar-benar pergi
Benar-benar pergi....
Meninggalkanku
Menyisakan perih dan luka

Telah kucoba segala hal
Tuk menutup rindu ini
Tuk menghapus rindu ini
Aku tak bisa....

Semakin ku mencoba
Semakin ku menjauh
Rindu ini takkan pernah hilang
Justru kian membesar

Haruskah kukatakan padamu
Jika ku merindu
Haruskah kucertakan padamu
Semua hal yang kucoba tuk melepas rindu ini


Puisi - Bantulah Aku


Tuhan....
Didalam kesendirianku
Aku berdoa....
Bantulah aku

Tolonglah aku....
Aku begitu merana
Aku begitu tersiksa
Aku jatuh cinta....

Pada seorang gadis
Pujaan Hatiku....
Yang membuatku tak bisa tidur
Yang membuatku sulit berpikir

Tuhan.... Bantulah hambamu ini
Dekatkanlah ia padaku
Pertemukanlah cinta kami
Bantulah aku tuhan

Di sepertiga malamku aku berdoa
Aku memohon, Aku telah jatuh cinta
Jadikanlah dia jodohku
Izinkanlah aku tuk memilikinya

Jumat, 07 Desember 2012

07 Desember 2012


Sesuai dengan rencanaku kemarin, jam 9 kurang aku segera bergegas menuju kampus. Setibanya di kampus, aku menuju ke ruang 303. Disana aku bertemu dengan Nazar temanku. Kami mengobrol, sekalian kumanfaatkan kesempatan untuk mengorek informasi jadwal kuliahnya Ega selama seminggu. Puas mendapat jawaban, aku pun duduk sambil bermain laptop. Niat awalku membawa laptop adalah menunggu Ega sekalian wifi-an. Tapi ternyata wifinya bermasalah, sehingga kuputuskan untuk membuat puisi. Rampung sudah dua puisi kubuat, Ega pun keluar. Dia kaget mendapati aku berada di depan ruangannya. Kuberitahu dia bahwa aku baru saja dari bank, dan singgah kemari buat wifi-an. Aku tak ingin dia khawatir dan berpikir macam-macam.

Singkat cerita, kami mengobrol sejenak. Dan yang membuatku bahagia adalah dia bersedia ku ajak makan bersama, tapi entah kapan. Ada yang membuatku sedih juga, aku takkan bisa menemuinya selama sabtu dan minggu ini karena dia bersama ibunya akan pergi. Tak apalah, batinku. Akan ku tahan perasaan ini demi dia. Toh aku masih bisa meng-sms dia, walaupun jarang sekali dia membalas smsku. Setidaknya aku punya pemikiran positif, yaitu dia bersedia ku ajak makan.  Kemudian aku menemaninya sampai ke parkir, dan kami pun berpisah ( untuk sementara ).

Puisi - Kau Beri Rasa


Kaulah yang terindah
Yang memberi rasa
Hatiku berbunga-bunga
Mungkinkah ku salah mengartikannya

Wajah cantikmu
Mata indahmu
Lembut tanganmu
Kau memang yang terindah

Kau wanita impianku
Kau memberiku rasa ini
Rasa yang begitu indah
Rasa yang membuatku lebih hidup

Rasa yang ingin selalu kumiliki
Rasa yang sekian lama tak kudapatkan
Kaulah yang memberi rasa ini
Membuatku bahagia


Puisi - Percaya


Saat kita makan bersama
Kutatap matamu
Kuperhatikan dirimu
Aku percaya

Aku percaya....
Kau punya rasa yang sama
Aku percaya kau tahu
Aku jatuh cinta padamu

Malam itu....
Mata kita saling bertemu
Kita saling bertatapan
Aku merasakan getaran

Aku tidak mungkin salah
Kau tertarik padaku
Ya.... Aku tidak mungkin salah
Kau adalah pelita hatiku

Kau mempunyai rasa terhadapku
Aku percaya....
Selamanya aku akan mempercayai itu
Sampai akhir khayatku

Inilah yang kupercaya
Inilah yang memberiku kekuatan
Untuk mencintaimu
Dengan segenap jiwaku
Aku percaya....

Kamis, 06 Desember 2012

06 Desember 2012


Lirik Peterpan Ku Katakan Dengan Indah

Ku katakan dengan indah
Dengan terluka hatiku hampa
Sepertinya luka menghampirinya

Kau beri rasa yang berbeda
Mungkin ku salah mengartikannya
Yang kurasa cinta

* tetapi hatiku selalu menginginkanmu
  terlalu menginginkanmu
  selalu menginginkanmu

Reff:      kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
kau terangi jiwaku. kau redupkan lagi
kau hancurkan hatiku tuk melihatmu

Repeat *

** membuatku terjatuh dan terjatuh lagi
    membuatku merasakan yang tak terjadi
    semua yang terbaik dan yang terlewati
    semua yang terhenti tanpa kuakhiri

    kau buatku terjatuh dan terjatuh lagi
    kau buatku merasakan yang tak terjadi
    semua yang terbaik dan yang terlewati
    semua yang terhenti tanpa kuakhiri

Repeat *

Reff2:    kau hancurkan hatiku, tak tertahan lagi
kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi
kau hancurkan hatiku tuk melihatmu



Lirik diatas sangat tepat sekali tuk menggambarkan kondisiku hari ini. Hari ini dia berhasil membuatku gundah, gelisah, dan merana serta bingung. Dia membuatku melakukan tindakan bodoh yang sampai detik ini tak pernah kusesali mengapa ku melakukannya.

Cerita berawal ketika jam kuliah kedua segera dimulai, aku yang sedari tadi menunggu dikampus ( Yang tak biasanya kulakukan). Bergegas pergi menuju ruang kelas dia, yaitu ruang 303. Kulihat banyak orang sudah bekumpul disana. Jadi kuputuskan untuk menunggu di depan ruang 301. Sembari memantau kedatangannya. Akhirnya dia datang, dia menyapaku dan minta izin pergi ke ruang 303.

Setelah itu, aku kembali ke ruangan ku (308) dan ternyata dosen MK ku sudah menunggu di depan ruangan. Singkat cerita perkuliahan dimulai. Aku benar-benar tak bisa menangkap ilmu dari pak dosen sedikit pun. Otakku blank, bahkan dengan mempelajari yang ditulis di papan tulis pun aku tak bisa. Yang ada dipikiranku hanya Ega, Ega, dan Ega. Aku benar-benar mencemaskannya, aku begitu rindu padanya. Ingin rasanya aku keluar ruangan dan segera masuk ke ruangannya Ega. Dan aku benar-benar melakukannya, hanya saja aku tidak jadi masuk ke ruangannya Ega. Aku hanya mondar-mandir di sekitar ruangannya diselingi perasaan gelisah tak karuan. Ditambah dengan kondisi batrei yang Lowbat. Betapa semua ini begitu menyiksaku, sampai pada akhirnya aku kembali ke ruangan. Yang bisa kulakukan hanyalah meremas-remas kursi sambil menggigit bibirku.

Ketika kuliah selesai, aku bergegas keluar, kelas Ega ternyata belum selesai. Kuputuskan untuk kembali ke kos dengan berjalan kaki. Sekedar untuk mengisi batrei HP, dan mengambil cas baterei. Gila bukan, tapi aku sudah tak peduli. Yang ada dipikiranku hanya mengajaknya makan siang. Dan berharap bisa melepas rindu ini. Sesampainya di kampus, aku kembali ke dekat ruang 303, dan mulai mengirim pesan pendek. Oh tuhan, betapa lamanya pesanku terbalas. Sampai aku sendiri pun tak tahu jika ternya ta dia sudah sholat dan kembali ke kelasnya. Jujur aku kecewa, tapi aku tak putus asa. Sembari menunggu Jarkom tentang ruang kelas selanjutnya ( yang ternyata tak jadi ) aku kembali mengajaknya makan siang, tetapi sehabis kuliahnya. Aku rela menunggunya, sudah kukatakan aku rela bahkan tuk melakukan hal terbodoh sekalipun, demi mendapatkan cintanya.

Ternyata oh ternyata, SMS ku tak kunjung dibalas. Setelah sekian lama menunggu, ternyata kelas dia libur. Aku begitu senang, tapi kenapa dia tak kunjung keluar. Oh tuhan apa yang harus kulakukan, batinku. Lalu kuputuskan untuk pulang, ditengah perjalanan pulang. Sekitar rektorat, HP ku berdering. Ternyata dari dia, katanya dia libur dan akan makan bareng temannya. Segera kubalas untuk makan di kantin. Aku pun mengubah langkahku. What a nightmares I have found. Dia bahkan tak ada di kantin, sms ku tak kunjung dibalas. Aku begitu merana, kuputuskan untuk makan duluan. Sembari makan hujan pun turun. Aku yang seharusnya sudah pulang ke kos, kini harus terjebak di kampus di iringi hujan.

Aku kembali ke ruang 303. Kulihat begitu sepi, hanya ada segerombolan mahasiswa yang mengobrol. Aku turun ke lantai satu, dan bertemu dengan ishma, nia, dan fitri. Aku duduk bersama mereka, menanti hujan reda. Menanti kabar dari Ega. Setelah sekian lama, hatiku begitu hampa. Kemudian aku menuju musholla. Berharap mendapat sedikit ketenangan. Aku duduk disana, terdiam dan menunduk. Sambil menyenandungkan lagu “peterpan – kukatakan dengan indah” di dalam hati.

Hujan mereda, SMS masuk. Dia masih di kampus sedang mengobrol dengan temannya. Ku tanyakan keberadaannya, lagi-lagi kuharus menunggu. Sampai akhirnya kuputuskan tuk pulang. Masih ada hari esok, dan perjuanganku baru saja dimulai.

Yah setidaknya hujannya begitu indah, mengingatkanku pada kenangan malam itu. Membuatku begitu ingin mengulanginya. Kutelusuri trotoar jalan, perjalanan belum usai. Aku tidak akan menyerah. Ini adalah pilihanku, Aku selalu memimpikan perasaan jatuh cinta. Dan kini perasaan itu datang, Yang harus kulakukan ialah melengkapi perasaan itu dengan menjadikannya milikku.

Indah Tapi Menyakitkan


Inilah yang kurasakan ketika jatuh cinta pada seseorang tapi belum tahu apakah orang tersebut mempunyai perasaan yang sama. Begitu indah ketika kau jatuh cinta. Tapi apakah kau tahu dia juga mencintaimu? Yang kurasakan adalah perasaan was-was, khawatir, tidak tenang, dan takut. Aku berpikir, diantara sekian banyak pria di sekelilingnya. Apakah dia memilihku? Atau dia sebenarnya sudah menyukai orang lain. Ah sudahlah, itu semua tidak benar.

Malam itu dia begitu ramah padaku, dia begitu manis padaku, dan dia meminta nomor HP kepadaku. Apakah ini mengindikasikan kalau dia sebenarnya mempunyai rasa terhadapku? Atau dia melakukan itu karena aku menolongnya.

Sekali lagi aku menguatkan pemikiranku bahwa itu semua tidak benar. Buktinya dia begitu manis padaku. Sebelum kejadian itu, dia selalu menyapaku senyumannya yang melenakanku. Apa mungkin dia melakukan ha yang sama terhadap pria lain? Tidak mungkin, aku pikir dia tahu resiko dari melakukan semua itu. Aku jadi mencintainya, bahkan aku tergila-gila kepadanya. Jika saja dia tidak masuk Taekwondo dan menerima ajakanku untuk mengantarnya. Mungkin aku akan melupakannya dan perasaan ini takkan pernah muncul. Jadi kesimpulan dari semua kebimbanganku ini.

Dia tertarik kepadaku, dan aku tidak akan menyerah sampai dia menghilang dari kehidupanku. Aku mencintainya dan tak peduli apa kata orang lain.



Rabu, 05 Desember 2012

Puisi - Fight For Love


Inilah janjiku sebagai lelaki
Inilah sumpahku sebagai seorang pria
Mulai saat ini
Aku akan berjuang demi cinta

Fight For Love...
Berjuang demi cinta
Menjadi seorang pejuang
Yang berlandaskan asas cinta

Kan kuterjang semua rintangan
Kan kubelah gunung
Kan kuterobos badai
Kan kukejar kau sampai keujung langit

Aku tak peduli
Seberapa banyak yang kukorbankan
Seberapa banyak kau menolakku
Seberapa banyak mereka menghinaku
Aku tak peduli

Fight For Love
Tujuanku hanya satu
Ya hanya satu
Kau....

Inilah misiku
inilah visiku Inilah janjiku
Mulai saat ini, Mulai detik ini
Aku akan berjuang untuk cinta, demi cinta
Aku takkan menyerah sebelum mendapatkanmu
Sebelum engkau menjadi milikku
Takkan pernah ku menyerah
Fight For Love

Puisi - Jatuh Cinta



Cinta....
Inikah yang dinamakan jatuh cinta
Perasaan yang tak bisa tenang
Yang begitu menggebu-gebu
Yang membuat pikiran dan hatiku
Hanya membayangkan dirinya

Setelah sekian lama
Setelah sekian tahun
Tak pernah lagi kurasakan perasaan ini
Perasaan yang selalu kuimpi-impikan
Dialah jatuh cinta

Sejujurnya....
Telah berkali-kali hatiku pindah
Berkelana dari satu sosok ke sosok yang lain
Tapi tak pernah merasakan cinta

Yang kurasakan ialah rasa suka
Ya... Hanya sekedar suka
Tak lebih...

Betapa pun kerasnya ku mencoba
Tak pernah ku berhasil
Tuk benar-benar jatuh cinta

Apakah ini karena aku sering disakiti
Apakah ini karena aku selalu dicampakkan
Oleh berpuluh-puluh wanita di muka bumi ini

Pernah terpikir olehku
Tuk apa rasa suka ini
Tuk apa rasa tertarik ini
Jikalau yang ku dapatkan hanya luka

Tapi...
Kali ini...
Disuatu malam...
Aku jatuh cinta
Kepada seorang gadis
Yang berhiaskan jilbab biru gelap
Memakai baju dan celana training yang sepadan warnanya

Aku jatuh cinta kepadanya
Diawali rasa tertarik
Kemudian rasa suka
Sempat terpikir olehku tuk menghapus semua rasa ini
Sebelum semuanya terlambat
Akan tetapi...
Sejak malam itu
Kusadari bahwasanya aku benar-benar
Jatuh cinta

Puisi - Malam Itu



Malam itu....
Takkan pernah kulupakan
Saat-saat yang paling indah
Saat-saat ku jatuh cinta
Oh begitu indahnya

Malam itu....
Ditengah derasnya hujan
Digelapnya malam
Kita bersama
Dan itulah saat yang paling romantis dalam hidupku

Malam itu....
Wajahmu cantik sekali
Kau laksana bidadari yang begitu anggun
Yang membuatku terpesona
Bagaikan rembulan
Yang menerangi setiap langkahku

Malam itu...
Tahukah kau, hatiku bergetar
Perasaanku berkecamuk
Laksana ombak yang saling menerjang
Kau tahu, aku telah jatuh cinta

Kau bagaikan mahluk yang begitu sempurna
Wajahmu, Bibirmu, hidungmu, pipimu, dan seluruh tubuhmu
Ahhh... membayangkanmu membuatku berbunga-bunga
Mengingat bagaimana tutur katamu yang begitu halus
Yang begitu lembut, Yang memukau
Rasanya aku ingin melihatmu setiap saat
Bukan setiap hari, tapi setiap detik

Setiap detak jantungku yang berpacu kencang
Setiap peluh yang membasahi diriku
Setiap tarikan dan hembusan nafasku
Aku ingin selalu melihatmu
Aku ingin selalu membayangkanmu

Malam itu...
Kan selalu kuingat
Sebagai malam terindah dalam hidupku
Kau Aku Kita berdua
Kitalah yang memiliki malam itu